id approach

pendekatan Rare
menginspirasi tindakan lokal secara global
a rare approach

menemukan apa yang berhasil dan mengulanginya

Alih-alih mempelajari masalah lingkungan, Rare berfokus pada “bright spots” (titik terang) dalam praktek konservasi — yaitu, upaya yang telah berhasil yang layak ditiru. Selama beberapa dekade terakhir ini, Rare telah menunjukkan suatu metodologi untuk mengambil solusi yang dipimpin secara lokal — titik terang — dan mengulangi solusi tersebut dalam komunitas-komunitas yang lain di seluruh dunia. Model yang dapat ditiru ini telah memungkinkan Rare untuk membuat perubahan lokal menjadi berdampak global dengan memanfaatkan dua unsur penting berikut: 

kampanye Pride

Rare bermitra dengan organisasi lokal untuk menjalankan kampanye pemasaran yang komprehensif, yang disebut kampanye Pride, untuk menginspirasi masyarakat untuk merasa bangga akan sumber daya alam mereka. Kebanggaan menimbulkan dan membangun dukungan masyarakat untuk mengadopsi perilaku yang lebih berkelanjutan, bright spot (titik terang). Rare mengubah pelaku konservasi menjadi ilmuwan dengan melatih mereka untuk melakukan penelitian dan menganalisis pendorong motivasi masyarakat dan menyampaikan pesan perlunya perubahan dengan cara yang menarik bagi hati dan pikiran. Mempelajari lebih lanjut tentang Kampanye Pride> 

 

Rare Fellows (Siswa Rare)

Rare bukanlah pahlawan dalam cerita ini. Rare menepi untuk memberikan jalan agar orang lain dapat memimpin perubahan. Pemengaruh yang terbaik adalah sesama rekan. Jadi, Rare bermitra dengan organisasi lokal dan melatih salah satu karyawan mereka untuk melaksanakan kampanye Pride. Keterampilan kepemimpinan dan manajemen yang mereka pelajari kemudian akan tetap berada di masyarakat. Para Siswa Rare ini tidak hanya mengilhami perubahan dalam komunitas mereka tetapi mereka sendiri menjadi para pemimpin lokal yang lebih percaya diri dan dipercaya. Bertemu dengan Para Siswa Rare > 

 

Rare mendekati masalah konservasi dengan cara yang akhirnya memiliki efek paling langgeng, yaitu melalui pendidikan yang disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan masyarakat setempat."

E.O. Wilson, penulis pemenang Pulitzer Prize dan ahli konservasi biologi
mari berpartisipasi