id indonesia country page

perikanan berkelanjutan di indonesia
mengapa indonesia?
woman selling fish at the market
produsen ikan yang ditangkap di alam kedua terbesar di dunia
woman holding fish at the market
54% protein hewani Indonesia berasal dari ikan dan makanan laut
mangroves
Memiliki wilayah hutan bakau terbesar dan kawasan terumbu karang kedua terluas di dunia

Perikanan pesisir di Indonesia merupakan sumber makanan, pendapatan dan warisan budaya yang penting bagi rakyatnya. Sebanyak 60 persen dari nelayan Indonesia, atau 1,6 juta orang, adalah nelayan skala kecil, dan 85 persen dari hasil tangkapan mereka digunakan untuk konsumsi manusia. Selain itu, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, dan 40 persen dari populasi (sekitar 100 juta orang) tinggal di dekat pantai. Oleh karena itu, perikanan pesisir memainkan peranan penting dalam ketahanan pangan nasional dan kesehatan gizi di Indonesia.

Sayangnya, sumber daya pesisir yang sangat besar ini sangat terancam oleh praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, degradasi habitat laut yang penting, dan tekanan dari luar sektor penangkapan ikan seperti perubahan iklim. Akibatnya, lebih dari 20% dari stok ikan di Indonesia saat ini dieksploitasi secara berlebihan atau sudah hancur.

Tetapi ada kabar baik. Dengan kombinasi Pemilu nasional 2014 dan pembuatan serta peningkatan undang-undang baru dan yang sudah ada terkait perikanan, Indonesia muncul sebagai pemimpin internasional perikanan berkelanjutan, memberikan kesempatan unik untuk membangun momentum ini dan memperkuat pengelolaan perikanan pesisir untuk memastikan bahwa masyarakat Indonesia dapat menangkap ikan tidak hanya hari ini tetapi selamanya.

Restoring our Oceans: How TURF+Reserves Help Fishing Communities

sekaranglah saatnya

Pendekatan kami untuk mengatasi ancaman ini adalah dengan membangun sistem pengelolaan perikanan yang memberikan hak untuk mengakses dan menggunakan sumber daya perikanan kepada masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar lokasi sumber daya tersebut. Dengan pendekatan ini, masyarakat atau desa memiliki hak yang sah secara hukum untuk mengakses perikanan pesisir mereka serta hak untuk mengelola sumber daya, yang biasanya termasuk membangun zona larang ambil atau persyaratan akses tambahan, seperti pembatasan alat tangkap dalam kawasan yang dikelola.

kekuatan dalam kemitraan

Rare telah bekerja dengan masyarakat di Indonesia selama lebih dari 15 tahun, membangun jaringan mitra yang beragam dan kuat, termasuk pemerintah Indonesia, lembaga akademik serta LSM lokal dan internasional. Pemecahan masalah melalui kemitraan merupakan akar dari pendekatan Rare. Terlebih lagi, Rare berupaya mendukung Pemerintah Indonesia seiring dengan berkembangnya Indonesia sebagai pemimpin internasional dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan.

  • Rare dan mitra pelaksana dari Taman Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten/kota, dan LSM lainnya, telah menyelenggarakan 37 kampanye perikanan di seluruh Indonesia, Malaysia dan Timor Leste sejak tahun 2010.
  • Melalui kerjasama dengan Pemerintah Indonesia, Rare berusaha untuk mengaktifkan armada lokal untuk melaksanakan usaha perikanan yang berkelanjutan yang legal, diatur dan dilaporkan, dan di saat yang sama meningkatkan kapasitas dalam negeri untuk generasi mendatang.

yang berhasil

  • Rare memfasilitasi pengembangan pengelolaan akses area perikanan, yang meliputi hampir 36.000 hektar perairan laut.
  • Lebih dari 7.500 nelayan dari 26 desa, dengan jumlah penduduk 71.520 orang, terlibat atau akan dipengaruhi oleh pekerjaan yang tengah berlangsung di lokasi-lokasi tersebut.
  • Pada bulan Juli 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan menerbitkan pedoman hukum baru yang memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar Kawasan Konservasi Laut untuk bersama-sama mengelola perikanan mereka dengan pemerintah sebagai mitra. Dukungan nasional oleh Pemerintah Indonesia adalah langkah yang menjanjikan ke arah perbaikan perikanan pesisir melalui pemberdayaan masyarakat.
  • Hasil biologis yang menjanjikan telah mulai muncul. Misalnya, hasil monitoring biofisik dari lokasi Kampanye Rare di Taman Nasional Wakatobi menunjukkan jumlah Kakap Merah meningkat sebesar 53% dari 2012 sampai 2014.
  • Program ini telah memfasilitasi pembentukan kelompok kerja masyarakat yang terdiri dari nelayan lokal untuk membantu dengan pelatihan, pengelolaan dan pembukaan kawasan larang ambil dan pengelolaan akses area perikanan.

bagaimana kami akan berhasil

Tujuan Rare di Indonesia adalah untuk mencapai perikanan yang produktif, berkelanjutan dan menguntungkan di Indonesia pada tahun 2020

  • Melaksanakan pengelolaan akses area perikanan+kawasan larang ambil di 15 lokasi saat ini.
  • Membangun koperasi masyarakat nelayan di setiap lokasi, dengan peran dan tanggung jawab yang jelas dalam masyarakat dan pemerintah.
  • Melatih setidaknya 100 pejabat pemerintah dan tokoh daerah mengenai manfaat pengelolaan akses area perikanan dan pendekatan Rare untuk mengimplementasi kanya.
  • Membangun hubungan yang jelas bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam pendekatan ini dan peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi.
  • Terus bekerja dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bahwa pada akhir 2017, pengelolaan akses area perikanan dan kawasan larang ambil di lokasi-lokasi tersebut akan memiliki badan pengelola perikanan serta rencana pengelolaan perikanan yang menguraikan tujuan dan fungsi operasional.
  • Mereplikasi keberhasilan 15 lokasi awal ini di lokasi-lokasi lain di seluruh Indonesia, dengan fokus pada peningkatan kecepatan di mana masyarakat dapat menerapkan dan menegakkan kawasan larang ambil dan pengelolaan akses area perikanan mereka, dan meningkatkan efisiensi guna mengurangi biaya pelaksanaan.
  • Terus mendukung inisiatif pemerintah pusat untuk memperkuat hak-hak masyarakat lokal untuk mengelola sumber daya perikanan mereka secara berkelanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Rare berkomitmen untuk mengembangkan terobosan dalam pengelolaan kawasan konservasi laut bersama para nelayan setempat untuk memperkuat rasa kepemilikan mereka dan melestarikan lautan sebagai sumber pangan dan pendapatan mereka.”

Agus Dermawan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut,
Kementerian Kelautan dan Perikanan, Republik Indonesia

rare di media

Indonesia dan Perubahan Iklim
Mari bergabung bersama CNN Indonesia dan Direktur Kebijakan dan Kemitraan Rare Dr. Arwandrija Rukma membicarakan pengalaman Rare di COP 22 Marrakesh serta adaptasi perubahan iklim berbasis ekosistem dan perubahan perilaku di sektor Kelautan dan Perikanan. 
CNN Indonesia
19 November, 2016

Community is Key to Sustainable Fish Production
(Masyarakat​ adalah kunci menuju Produksi Ikan Berkelanjutan)
The Jakarta Post
15 Maret, 2016

ikuti perjalanan kami

Perubahan Besar dalam Perikanan Berkelanjutan di Indonesia
29 Juli, 2016
Dalam momen bersejarah bagi nelayan skala kecil di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberlakukan pedoman, yang memberikan tanggung jawab kepada masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar Kawasan Konservasi Laut untuk bersama-sama mengelola sumber daya pesisir mereka bersama mitra pemerintah. Baca selengkapnya>

Dari Pesisir ke Ibu Kota, Pride Menjadi Nasional
23 Mei 2016
Seiring terbangunnya momentum pengelolaan perikanan berbasis hak di Indonesia, berbagai kementerian di Indonesia bekerja sama dengan Rare untuk merayakan awal kampanye Pride nasional untuk Fish Forever. Baca selengkapnya>

 

wakatobi-dkp-maskot-2016-02.jpg

Mascot dances in Wakatobi Pride celebration

A mascot dances in Wakatobi Pride celebration.

hubungi tim Indonesia

Jl. Gunung Gede 1 No.6
Taman Kencana - Bogor - 16151
West Java - Indonesia
Tel: +62 (0) 251 8325418
Fax: +62 (0) 251 8325266

online dengan kami